Sebelumnya diberitakan salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kabel tersebut disanggah oleh bambu karena telah turun ke bawah. "Kabel yang tergantung rendah dapat dijangkau oleh orang dewasa. Oleh karena itu, bambu digunakan sebagai penyanggah untuk menghindari potensi risiko," ujarnya.
Rafles, pengguna jalan lainnya, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan. Jika bambu tersebut tidak lagi kuat menopang kabel, diduga bisa berbahaya.
Baca Juga:
Lisdes 2026 Digenjot Jadi Rp10,3 Triliun, ALPERKLINAS: PLN Hadirkan Keadilan Energi hingga Desa Terpencil
"Saya berharap pihak terkait segera melakukan tindakan. Apakah mereka menunggu laporan dari warga sebelum bertindak?," tanyanya.
"Kita lihat sendiri berapa lama lah bambu itu dapat menopang Kabel itu?," imbuhnya.
Dalam konfirmasi via WhatsApp, Manager PLN UP3 Lubuk Pakam, Hiro Pingkir Pardede, menyatakan akan mengarahkan survei untuk memastikan apakah jalan tersebut masuk wilayah kerja PLN Lubuk Pakam.
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Listrik RI Tetap Menyala, Amankan 141 Juta MT Batu Bara
"Nanti kami arahkan di survey klo memang masuk wilayah pakam," tutupnya, Selasa (4/6/2024).
[Redaktur : Hadi Kurniawan]