Sebelumnya, Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara (Sumut), Dr Syawaluddin Nasution MAg menekankan tentang pentingnya menghormati kedua orang tua, membiasakan bersyukur, menjaga adab di atas ilmu, menjaga nama baik almamater, serta terus belajar sepanjang hayat.
Dia mengungkapkan, hasil asesmen Kementerian Agama tahun 2025, menunjukkan sekitar 58 persen alumni perguruan tinggi agama Islam belum fasih membaca Al-Qur’an, khususnya dalam tajwid dan makhraj huruf, sehingga lulusan diminta terus meningkatkan kompetensi keilmuan dan keagamaannya.
Baca Juga:
Ramah Tamah, Nikson Nababan Ingatkan Pentingnya Peran Media Siber Dalam Pembangunan
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Raudhatul Akmal (YPRA), Afrida Handayani MA menuturkan, wisuda merupakan awal memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga harus meningkatkan kompetensi, keterampilan, penguasaan teknologi informasi, kemampuan berorganisasi, etika komunikasi, serta bahasa asing agar mampu bersaing.
Ketua Panitia Wisuda, Dr H Khairul Anwar MSi melaporkan, jumlah wisudawan dan wisudawati yang dikukuhkan sebanyak 305 orang, terdiri dari 222 lulusan STAI RA dan 83 lulusan STIT Ar-Raudhah.
[Redaktur:Hadi Kurniawan]