DELISERDANG.WAHANANEWS.CO,Medan - Wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting dalam perjalanan hidup para lulusan.
Di balik toga yang dikenakan, tersimpan pengorbanan orang tua, ketekunan para dosen, serta doa-doa yang tidak pernah putus dipanjatkan.
Baca Juga:
Ramah Tamah, Nikson Nababan Ingatkan Pentingnya Peran Media Siber Dalam Pembangunan
Pesan ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, pada prosesi Wisuda 305 Wisudawan dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Raudhatul Akmal (RA) Angkatan XI dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudhah Angkatan VII, Yayasan Perguruan Raudhatul Akmal (YPRA) di Hotel Madani, Medan, Sabtu (24/1/2026).
Kembali ditegaskan Wabup, menuntut ilmu terdapat dua hal yang tidak boleh dilupakan, yakni Allah SWT sebagai sumber segala ilmu dan para guru serta dosen sebagai pendidik yang telah menyalakan pelita pengetahuan.
"Ilmu tidak lahir dari ruang kosong melainkan tumbuh dari adab, penghormatan kepada guru, dan kerendahan hati. Sebesar apa pun ilmu seseorang, akan kehilangan keberkahannya jika melupakan jasa pendidik," kata Wabup dalam pidatonya.
Baca Juga:
Penjabat Bupati Tapin, Syarifuddin, Mengawal Pilkada 2024 dengan Ketat dan Mitigasi yang Efektif
Ditambahkan, pendidikan tidak selalu menjamin kesuksesan materi, namun berperan besar dalam membuka cakrawala berpikir, membentuk karakter, serta menumbuhkan kemampuan beradaptasi dan berinovasi di tengah masyarakat.
"Keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari jabatan atau harta, tetapi dari seberapa besar ilmu mampu memberi manfaat bagi sesama," tegas Wabup.
Disebutkan juga, lembaga pendidikan adalah pilar utama pembangunan daerah karena dari sinilah lahir sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Sebelumnya, Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara (Sumut), Dr Syawaluddin Nasution MAg menekankan tentang pentingnya menghormati kedua orang tua, membiasakan bersyukur, menjaga adab di atas ilmu, menjaga nama baik almamater, serta terus belajar sepanjang hayat.
Dia mengungkapkan, hasil asesmen Kementerian Agama tahun 2025, menunjukkan sekitar 58 persen alumni perguruan tinggi agama Islam belum fasih membaca Al-Qur’an, khususnya dalam tajwid dan makhraj huruf, sehingga lulusan diminta terus meningkatkan kompetensi keilmuan dan keagamaannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Raudhatul Akmal (YPRA), Afrida Handayani MA menuturkan, wisuda merupakan awal memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga harus meningkatkan kompetensi, keterampilan, penguasaan teknologi informasi, kemampuan berorganisasi, etika komunikasi, serta bahasa asing agar mampu bersaing.
Ketua Panitia Wisuda, Dr H Khairul Anwar MSi melaporkan, jumlah wisudawan dan wisudawati yang dikukuhkan sebanyak 305 orang, terdiri dari 222 lulusan STAI RA dan 83 lulusan STIT Ar-Raudhah.
[Redaktur:Hadi Kurniawan]