"Dengan persatuan, kita akan mampu menghadapi segala tantangan, sebagaimana para pemuda tahun 1928 yang mampu melampaui perbedaan demi satu tujuan, yakni Indonesia yang bersatu," tegas Bupati.
Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97 menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, sudah sejauh mana berkontribusi untuk bangsa?
Baca Juga:
Hinca Pandjaitan: Perubahan besar Tidak Selalu Dimulai dari Narasi Besar
Apakah telah menjadi bagian dari solusi atau justru menjadi penonton di tengah perubahan?
Saatnya membuktikan, generasi muda Indonesia adalah generasi yang siap beraksi, bukan hanya bereaksi.
Menggunakan kecanggihan teknologi untuk hal positif. Menggunakan media sosial untuk menyebarkan inspirasi, bukan kebencian. Menggunakan ilmu dan kreativitas untuk membangun, bukan meruntuhkan. Menjadi pemuda dan pemudi yang membawa semangat persatuan di mana pun berada.
Baca Juga:
Pemkab Paluta Melaksanakan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 97 Tahun.
"Saya ingin mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk kembali menyalakan api semangat perjuangan di dalam diri masing-masing. Mari lanjutkan cita-cita luhur para pendahulu bangsa dengan langkah nyata. Bangunlah Indonesia dari hal-hal kecil di sekitar kita, dari lingkungan tempat kita tinggal, dari bidang keahlian yang kita kuasai, hingga karya-karya besar yang membanggakan negeri," ajak Bupati.
Bupati juga menyampaikan, Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi pengingat tentang keberanian, tekad, dan persatuan.
"Karena itu, peserta upacara hari ini sengaja kita hadirkan dari berbagai etnis, organisasi, dan unsur pemuda di Kabupaten Deli Serdang. Inilah bukti nyata semangat kebhinnekaan dan persaudaraan hidup harmonis di bumi Deli Serdang tercinta," terang Bupati.