DELISERDANG.WAHANANEWS.CO,Lubuk pakam - Berdasarkan pendataan Command Center Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, saat ini hanya tinggal tujuh kecamatan masih terdampak banjir, dua lainnya terdampak longsor.
"Dari data terakhir, per hari ini, Minggu (30/11/2025), total wilayah yang dilanda banjir dan longsor tanah akibat hujan terdapat 17 kecamatan. Namun, saat ini kondisinya sudah berangsur surut. Tinggal sembilan kecamatan yang beberapa desanya masih terdampak," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Deli Serdang, Anwar Sadat Siregar SE MSi, Minggu pagi (30/11/2025).
Baca Juga:
Oloan P Nababan Tinjau Beberapa Lokasi Terdampak Bencana Alam Banjiir dan Longsor di Humbahas
Tujuh kecamatan yang masih terdampak atau masuk dalam zona kuning, yakni Percut Sei Tuan, Sunggal, Hamparan Perak, Labuhan Deli, Batang Kuis, Tanjung Morawa, dan Pantai Labu.
Dua kecamatan yang masih terdampak longsor, yakni Sibolangit dan STM Hilir.
Di STM Hilir, material longsor menutupi jalan penghubung Desa Penungkiren menuju Rambai. Namun, saat ini sedang dalam pengerjaan untuk pembukaan jalan. Sedangkan, di Kecamatan Sibolangit, tepatnya di Desa Suka Maju, jalan belum bisa dilalui.
Baca Juga:
Wabup: Seleksi Jabatan Sekda Dilaksanakan Secara Profesional dan Transparan
Wilayah yang banjirnya sudah surut atau zona kuning, di antaranya Lubuk Pakam, Deli Tua, Namorambe, Pancur Batu, Galang, Patumbak, Beringin, dan Bangun Purba.
"Kondisinya sudah berangsur pulih, tinggal tujuh kecamatan terdampak banjir dan dua kecamatan titik longsor. Namun Posko Bencana tetap didirikan di kantor kecamatan," tegas Plt Kadis Kominfostan.
Ditegaskan, sesuai instruksi Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, meskipun sejumlah daerah telah surut dan masyarakat berangsur sudah kembali ke rumah masing masing, namun fokus pemerintah masih tetap melakukan monitoring dan mendistribusikan kebutuhan dapur umum dan memastikan kebutuhan air bersih aman serta posko kesehatan berjalan dengan semestinya.